Tembang ‘Despacito’ Harus Dicekal agar Tak Berpengaruh Buruk di Masyarakat

Tembang ‘Despacito’ Harus Dicekal agar Tak Berpengaruh Buruk di Masyarakat

SHARE

JAKARTA (BUAHBIBIR.NEWS) – Jagad musik di Tanah air digegerkan oleh kemunculan lagu berjudul ‘Despacito’, karena dikentarai mengandung unsur pornografi atau pesan sensual. Hebohnya disebabkan lagu tersebut telah merambah dan dikenal di 17 negara di dunia.

Jangan kaget jika sekarang banyak mengundang reaksi. Termasuk di Indonesia, banyak pihak yang meminta agar segera dilakukan pencekalan. Hal itu agar jangan memberikan pengaruh buruk bagi masyarakat luas.

Sampai-sampai kalangan legislatif di DPR RI Senayan, melalui suara keras Krisna Mukti dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), secara tegas minta lagu ‘Despacito’ supaya dicekal saja. Permintaan senada datang pula dari Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan yang meminta agar KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dan (Kemenkominfo) Kementerian Komunikasi dan Informasi, bergerak cepat.

Langkah cepat pun telah diambil KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Jawa Tengah.. Mereka justru telah melarang penayangan lagu ‘Despacito’ yang populer di kalangan generasi muda. Namun sangat disayangkan, jika lyric atau syair lagunya sarat atau jelas-jelas mengandung unsur pornografi.

Menurut Komisioner KPID Jateng, Tazkiyatul Muthmainnah, lagu yang dipopulerkan oleh Daddy Yankee dan Luis Fonsi itu, tak bisa ditolerir lagi karena lyriknya mengandung pesan sensual.

Sementara itu penyebaran konten negatif seperti pornografi, kekerasan, serta hoax, makin deras mengalir lewat layanan internet semacam Facebook, Twitter, dan Google. Karena itu, Noor Iza selaku Humas Kemenkominfo, mengatakan bahwa pemblokiran atau pencekalan baik di situs internet, media media sosial, maupun media elektronik memiliki prosedur.

“Sebenarnya, pihak Kemenkominfo bisa langsung memblokir, jika kontennya bermuatan pornografi atau asusila. Namun, untuk konten yang bernuansa pornografi, SARA dan hate speech perlu koordinasi dengan lembaga terkait,” tegasnya.

Noor Irza menambahkan tidak menutup kemungkinan untuk mencekal lagu ‘Despacito’ yang lyriknya bernuansa pornografi dan dianggap bisa merusak moral generasi muda. “Namun begitu, pihaknya harus melalui koordinasi dengan berbagai pihak, sebelum melakukan pencekalan penayangannya di Indonesia,” pungkasnya. ■ Red/Aldi